sergap.id, KUPANG – Menjelang sandarnya kapal pesiar Oceania Vista di Pelabuhan Tenau pada 20 April 2026, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena langsung tancap gas. Dalam audiensi bersama PT Flores Komodo Tours, Kamis (16/4/2026), ia memastikan seluruh lini siap tempur menyambut lonjakan wisatawan.

Pertemuan di ruang kerja gubernur itu bukan sekadar seremoni. Ini adalah koordinasi akhir, penentu wajah NTT di mata wisatawan internasional yang datang dari rute Sydney.

Sekitar seribu penumpang akan tiba, dengan 400 wisatawan dipastikan turun menjelajah Kupang selama delapan jam. Waktu singkat, tapi dampaknya bisa Panjang, kalau dikelola serius.

“Semua harus siap. Tidak boleh ada layanan asal-asalan,” tegas Gubernur.

Paket wisata sudah disusun: mulai dari Baun, city tour Kota Kupang, museum, Pantai Lasiana, hingga Oebelo.

Di Baun, wisatawan akan disuguhi jejak kerajaan dan atraksi kuliner khas, proses pengasapan se’i babi. Sementara di Lasiana, mereka diajak mengenal olahan tradisional aren hingga jadi gula lempeng.

Sebanyak 35 pemandu dari HPI diterjunkan untuk mengawal pengalaman wisata tetap berkelas.

Namun, perhatian utama Gubernur justru tertuju pada sektor yang kerap jadi titik rawan: transportasi pelabuhan.

“Tidak boleh liar. Taksi dan ojek harus terdata, terlatih, dan ikut aturan. Kita tidak mau wisatawan kapok hanya karena pelayanan buruk,” tandasnya.

Standarisasi, pembekalan, hingga pengawasan diperintahkan dilakukan sebelum kapal bersandar.

Tak hanya itu, unsur budaya juga disiapkan. Dekranasda akan menghadirkan selendang khas NTT sebagai simbol penyambutan, sentuhan lokal yang diharapkan meninggalkan kesan mendalam.

Momentum ini tak dianggap biasa. Bagi Pemprov NTT, ini adalah panggung promosi.

“Kita ingin mereka datang, menikmati, lalu kembali lagi, dengan cerita baik tentang NTT,” kata Gubernur.

Dengan waktu singkat, ekspektasi tinggi, dan sorotan internasional, kedatangan Oceania Vista bukan sekadar kunjungan, ini ujian kesiapan pariwisata NTT di level global. (Agustin Luju/Dio/cis)