Tukik adalah sebutan untuk anak penyu, mereka memiliki naluri alami ketika menetas keluar dari sarangnya akan menuju lautan, dengan bantuan sinar bulan pada kaki langit.

sergap.id, SOLOR – Masyarakat nelayan Desa Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, pada Selasa (29/8/17), menyelamatkan 8 ekor tukik atau anak penyu dari serangan anjing liar.

Tukik tersebut diperkirakan menetas pada Selasa (29/8/17) dini hari. Pagi harinya warga melihat ada anjing yang sedang makan Tukik. Warga pun spontan menyelamatkan yang sisa, dan setelah itu, secara beramai-ramai melepas ke laut.

“Dari puluhan telur yang menetas, yang berhasil diselamatkan hanya 8 ekor. Sedangkan yang lain telah di makan anjing,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Flores Timur, Apolinardus Y.P Demoor kepada SERGAP.ID, Rabu (30/8/17).

Menurut dia, pemerintah dan warga Ritaebang telah bersepakat untuk menyelamatkan biota laut seperti amanat Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Demoor juga berharap, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang konservasi dapat bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah konservasi telur penyu agar terhindar dari ancaman hewan pemangsa.

“Kami dari Dinas Perikanan tetap berusaha mendorong masyarakat Ritaebang agar kegiatan penyelamatan hewan-hewan yang terancam punah tetap dilakukan,” ucap Demoor.

Nelayan Desa Ritaebang saat melepas Tukik ke laut lepas pada Selasa 29 Agustus 2017.

Tukik adalah sebutan untuk anak penyu, mereka memiliki naluri alami ketika menetas keluar dari sarangnya akan menuju lautan, dengan bantuan sinar bulan pada kaki langit. (Eman Koten)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.