Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Dr. Robben Rico dengan latar belakang kehidupan sebagai warga miskin NTT.
Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Dr. Robben Rico dengan latar belakang kehidupan sebagai warga miskin NTT.

sergap.id, JAKARTA – Kementerian Sosial tak lagi menunggu. Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Dr. Robben Rico, dijadwalkan “turun gunung” ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17–19 April 2026 untuk memastikan program sosial strategis tidak mandek di atas kertas.

Fokusnya jelas: percepatan Program Strategis Nasional (PSN), terutama Sekolah Rakyat, program yang digadang sebagai jawaban atas lingkaran kemiskinan dan putus sekolah di wilayah timur Indonesia.

Berdasarkan agenda yang diterima SERGAP.ID, Kamis (16/4/2026), kunjungan dimulai dari Jakarta menuju Kupang, lalu langsung bergerak ke Ende dan Nagekeo. Polanya tegas: cek lapangan, uji kesiapan, dan dorong eksekusi.

Di Kabupaten Nagekeo, Sekjen akan meninjau langsung lokasi usulan Sekolah Rakyat di Lape, Kecamatan Aesesa. Peninjauan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi penentu apakah lahan dan infrastruktur benar-benar siap atau masih sebatas rencana di atas meja.

Tak berhenti di situ, dialog dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo juga akan digelar. Di forum ini, pemerintah daerah “diuji” kesiapannya, sekaligus dilakukan sosialisasi PSN Sekolah Rakyat. Bantuan ATENSI bagi anak-anak berisiko putus sekolah juga akan disalurkan, sebuah langkah konkret, bukan sekadar janji.

Sekjen juga akan meninjau rencana Kampung Sejahtera, program yang diproyeksikan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Targetnya ambisius: integrasi bantuan sosial, pendidikan, dan penguatan ekonomi dalam satu ekosistem.

Pada malam hari, agenda berlanjut dengan pembinaan internal SDM Kemensos. Pesannya jelas, program besar butuh mesin birokrasi yang solid, bukan sekadar instruksi pusat.

Memasuki hari kedua, rombongan bergerak ke Ende dan kembali ke Kupang. Di Kabupaten Kupang, Sekjen akan mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat yang sudah berjalan. Ini menjadi momen evaluasi: apakah program benar-benar bergerak, atau justru tersendat di lapangan.

Kunjungan ke Sentra Efata Kupang juga menjadi sorotan. Di sana, Sekjen akan berdialog dengan guru dan tenaga kependidikan SRMP 19 Kupang, menyerahkan bantuan pemberdayaan bagi keluarga siswa, hingga menghadiri perayaan Paskah Bersama, memadukan pendekatan sosial dan kemanusiaan.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama Wali Kota Kupang dan Kepala BPK Perwakilan NTT sebelum kembali ke Jakarta.

Kunjungan ini mengirim pesan tegas: pemerintah pusat tidak ingin program sosial berhenti di wacana. Sekolah Rakyat dan Kampung Sejahtera didorong menjadi solusi nyata, bukan sekadar proyek, tetapi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka akses pendidikan bagi kelompok paling rentan di NTT. (sg/sg)