Helmut Waso dan Anis Tay (HEBAT)
Helmut Waso dan Anis Tay (HEBAT)

sergap.id, KUPANG – Bakal Calon (Balon) Bupati Kabupaten Ngada periode 2020-2025, Helmut Waso, tak memenuhi panggilan RSUD WZ Yohanes Kupang untuk mengikuti pemeriksaan treadmil atau pemeriksaan jantung di IGD Terpadu RSUD WZ Yohanes Kupang sebagai syarat mutlak untuk menjadi peserta Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Kamis (10/9/20) siang, pihak RSUD WZ Yohanes Kupang memanggil dua bakal calon asal Ngada, yakni Paulus Soli Woa dan Helmut Waso. Namun yang memenuhi panggilan untuk tes jantung, hanya Paulus Soli Woa.

Helmut Waso dan Anis tay atau paket HEBAT diketahui sempat mengikuti serangkain tes kesehatan di RSUD WZ Yohanes Kupang dan tes bebas narkoba di Kantor BNN NTT, serta mengikuti psikotes di Hotel Naka Kupang.

Namun pada Kamis (10/9/20) pagi, Helmut dan Anis Tay diketahui telah pulang ke Bajawa setelah mengikuti acara syukuran di rumah Anis Tay di jalan Bajawa, Kupang, pada Rabu (9/9/20) malam.

Kepastian pulangnya Helmut dan Anis Tay disampaikan oleh Anis Tay kepada SERGAP.

“Besok pagi kami pulang ke Bajawa,” ujar Anis Tay, Rabu (9/9/20) malam.

Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 412/PL.02.2-KPT/06/KPU/IX/2020 tentang pedoman teknis standar kemampuan jasmani dan rohani serta standar pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau walikota dan wakil walikota Tahun 2020, Bab II tentang  standar mampu secara jasmani dan rohani, dan poin 2 tentang ketidakmampuan yang tidak dapat dikoreksi dalam kesehatan jasmani, maka bakal calon bupati dan wakil bupati wajib mengikuti tes jantung untuk mengetahui:

1) gangguan jantung/pembuluh darah dengan risiko mortalitas dan morbiditas jangka pendek yang tinggi dan tidak dapat dikoreksi;

2) gangguan kardiovaskular simtomatik yang sukar diatasi dengan farmako-terapi atau intervensi bedah atau nonbedah; dan

3) ketidakmampuan yang tidak dapat dikoreksi akibat toleransi/kemampuan fisik yang rendah.

Jika tidak mengikuti tahapan ini, maka paket HEBAT terancam dicoret dari pencalonan Bupati dan Wakil Bupati.

Sebab ketidakpatuhan Helmut mengikuti tes jantung mengidentifikasi kemungkinan adanya ketidakmampuan yang tidak dapat dikoreksi yang dapat mengganggu kemampuan menjalankan tugas dan kewajibannya jika terpilih sebagai Bupati.

Penilaian tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan KPU RI Nomor 412 dengan memperhatikan prinsip pemeriksaan kesehatan yang memenuhi persyaratan obyektif-ilmiah berlandaskan ilmu kedokteran berbasis bukti bahwa Helmut sudah mengikuti tes jantung.

Karena status kesehatan yang dibutuhkan dari bakal calon tidak harus bebas dari penyakit, impairment, atau kecacatan, melainkan bakal calon harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna dan tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik dalam 5 (lima) tahun ke depan, serta memiliki kesehatan jiwa agar tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisis, membuat keputusan, dan mengkomunikasikannya.

Namun penilaian status kesehatan ini dilaksanakan melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan protokol yang sesuai dengan standar profesi kedokteran, meliputi pemeriksaan yang akan diakhiri dengan rapat pleno Tim Pemeriksa Kesehatan setelah seluruh hasil pemeriksaan kesehatan selesai.

Keterangan hasil penilaian kesehatan merupakan pendapat dari Tim Pemeriksa Kesehatan yang disampaikan kepada KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota untuk dijadikan bahan pertimbangan guna mengambil keputusan dalam penetapan calon kepala daerah.

Dan, keterangan kesimpulan hasil pemeriksaan lengkap (medical report) dikirimkan kepada KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota dan menjadi tanggung jawab KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.

Sayangnya, Ketua KPU Ngada, Stanislaus Neke, yang ditemui SERGAP di Hotel Debitos Kupang pada Kamis (10/8/20) malam, enggan berkomentar banyak.

Saat ditanya tentang fungsi koordinasi KPU pada tahap pemeriksaan kesehatan para bakal calon pun, Neke enggan buka mulut.

“Saya no comments,” ujar Neke sambil berjalan keluar dari lobi hotel menuju pinggir jalan El Tari Kupang.

Sementara Ketua Bawaslu Ngada, Basti Fernandes, tak bisa dihubungi via hand phone.

Basti diketahui nginap satu hotel bersama Nake, namun Neke tak tahu di kamar berapa Basti menginap.

“Dia (Basti) memang nginap disini, tapi saya tidak tahu dia di kamar berapa,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Mauritius Djawa, yang dihubungi SERGAP per telepon pada Kamis (10/9/20) malam, mengatakan, pada standar petunjuk teknis (juknis) pemeriksaan kesehatan para bakal calon, ada poin-poin yang harus atau wajib diikuti bakal calon.

“(setelah selesai pemeriksaan) kesimpulan dokter seperti apa ya…, KPU tinggal eksekusi,” ucapnya.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020; jadwal pemeriksaan kesehatan para bakal calon hanya terhitung sejak tanggal 8 sampai 11 September 2020 yang dilanjutkan dengan penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan selama dua hari, yakni tanggal 11 dan 12 September 2020. (bil/cis)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.