Penyidik Tipidkor Polda NTT menunjuk uang tunai sebesar Rp 665.696.000 yang disita dari para tersangka.

sergap.id, KUPANG – Polda NTT menahan 8 tersangka kasus proyek pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 9,6 miliar dari total Rp 10,8 miliar yang ditenderkan pada tahun 2018. Delapan tersangka itu kini sudah ditahan di sel Mapolres Kupang kota.

Sebelum menahan Direktur CV Timindo, Simeon Benu, pada Rabu (11/3/20) siang, Polda NTT terlebih dahulu menahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, dan dua makelar proyek, yakni Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot dan Egidius Prima Mapamoda pada Jumat (6/3/20) sore, serta mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Malaka Martinus Bere alias Manjo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yosef Klau Bere, Ketua Pokja Agustinus Klau Atok, dan Sekretaris Pokja Karolus Aantonius Kerek pada Senin (9/3/20) sore.

Usai diperiksa, semua tersangka langsung ditahan di sel Mapolres Kupang Kota, dan mereka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari.

“Dari proyek senilai Rp 9,6 Miliar lebih itu, negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar lebih,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Johannes Bangun kepada wartawan di Mapolda NTT, Kamis (12/3/20) siang.

Menurut Johannes, para pelaku melakukan markup harga bibit bawang merah hingga menyebabkan terjadinya kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP NTT Nomor: SR-1455 / PW24 / 5/2019 tanggal 25 Nopember 2019.

Selain tersangka, Polda NTT juga mengamankan barang bukti berupa 2 box berisi dokumen perencanaan, proses pengadaaan, dokumen pelakasaan kontrak, serta dokumen pembayaran paket pekerjaan benih bawang merah, satu unit Mobil HRV Warna Hitam dengan Nomor Polisi W 1175 VK senilai Rp400 juta, uang tunai sebesar Rp 665.696.000.

“Total penyelamatan keuangan negara sebesar Rp1.065.696.000,” ucap Johannes.

Pada tempat yang sama, Dirkrkmsus Polda NTT, Kombes Pol Hery Try Muryadi, mengatakan, para tersangka dikenai Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat 1 Ke-1e KUH Pidana.

Selain delapan tersangka yang sudah ditahan, masih ada lagi satu tersangka yang sudah dua kali mangkir dari panggilan Polda NTT, yakni Tony Baharudin alias Tony Tanjung.

Penyidik Tipidkor Polda NTT menunjuk uang tunai sebesar Rp 665.696.000 dan sebuah mobil warna hitam yang disita dari para tersangka.

Informasi yang dihimpun SERGAP menyebutkan, Tony Tanjung kini sedang bersembunyi di Surabaya, Jawa Timur. Karena itu Polda NTT akan melakukan upaya paksa untuk menangkap yang bersangkutan.

“Untuk panggilan yang ketiga nanti kami akan mengeluarkan surat untuk penjemputan paksa. Kami tidak main-main,” tegas Hery. (adv/adv)