Tour de Timor (TdT) 2017 merupakan tour pertama yang akan menempuh jarak sepanjang 386 kilo meter (Km). Lintasannya terbagi atas empat etape. Dan, rutenya akan melewati pesona wisata crossborder Indonesia yang berawal dari Betun Malaka sampai ke Kota Kupang.

sergap.id, JAKARTA – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti, mengatakan, Tour de Timor bakal dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 12 Desember 2017.

“Ini akan membuat potensi wisata di NTT semakin populer di dunia,” ujar Esthy Reko Astuti.

Tour de Timor (TdT) 2017 merupakan tour pertama yang akan menempuh jarak sepanjang 386 kilo meter (Km). Lintasannya terbagi atas empat etape. Dan, rutenya akan melewati pesona wisata crossborder Indonesia yang berawal dari Betun Malaka sampai ke Kota Kupang.

“Ini akan menjadi event yang sangat efektif untuk promosi. Nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara,” tutur Esthy.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius A. Jelamu, menjelaskan, seluruh rute TdT diset melalui tempat-tempat eksotis. Dari titik start hingga garis finis, semuanya akan menyuguhkan panorama yang keren.

Penekanannya nanti bukan ke kegiatan perlombaan balap sepeda. Namun, lebih pada kegiatan bersepeda sambil mengeksplore obyek-obyek wisata di Pulau Timor.

“Lapangan Umum Betun akan dijadikan sebagai garis start untuk para pesepeda yang akan mengeksplore obyek wisata di sepanjang perjalanan Malaka – Kupang. Dari awal lomba kita akan membawa para peserta Tour de Timor ke pantai Motadikin. Di sana kami akan mengenalkan sekaligus mempromosikan keindahan pantai Motadikin,” ujar Jelamu.

Di Motadikin, seluruh peserta bisa menikmati panjang garis pantai sekitar 10 km, sembari bisa juga melihat dan merasakan langsung kehidupan nelayan. Dan semuanya, bisa dinikmati sambil melihat hamparan berbagai jenis pohon bakau di sepanjang pesisir.

“Secara total, etape pertama ini akan menempuh jarak 70.8 km hingga Atambua. Nanti peserta akan semalam menginap di Atambua,” kata Jelamu.

Di etape kedua, ada rute Atambua ke Kefamenanu Timor Tengah Utara (TTU) yang siap dilibas dengan jarak 28.3 km.

“Sebelum finish TTU, peserta akan menyinggahi obyek wisata seperti perbatasan Motaain, Gapura Adipura, Taman Makam Seroja, Kolam susuk, Tanjung Bastian dan pantai Atapupu Wini,” bebernya.

Setelah bermalam di TTU, keesokan harinya, peserta akan menempuh jarak 86.2 km menuju Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Obyek wisata yang ditawarkan di sini dijamin bakal bikin happy. Peserta bisa mengeksplore obyek wisata Buat dan juga menyaksikan atraksi budaya khas NTT.

Dan, etape IV yang merupakan etape sepanjang 110 km, para peserta akan menyusuri Soe hingga kota Kupang.

Sebelum masuk kota Kupang, peserta akan disuguhi pesona alam yang mempesona seperti obyek wisata Madu Polen, Kolam renang Camplong, Gunung Fatulue hingga kantor Bupati Kupang, Lasiana. Baru setelah itu peserta memasuki garis finish di depan rumah Gubernur NTT.

“Di setiap tempat singgah peserta diwajibkan untuk mengabadikan momen di titik wisata dan memviralkannya di media sosial. Bisa Facebook, Instagram, Twitter dan medsos lainnya. Hasil jepretannya akan dilombakan dan pemenang akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” tandasnya.

Saat ini, sudah ada 600 peserta yang mendaftar. Sebanyak 241 peserta di antaranya berasal dari Timor Leste. “Target kami ada 600 pegowes Timor Leste yang akan ikut serta,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, event tersebut bisa jadi ajang promosi yang efektif untuk pariwisata di Pulau Timor. Baginya, event ini tak hanya bermakna bagi promosi destinasi NTT, tetapi juga merupakan bagian dari sosialisasi branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia kepada masyarakat nasional dan luar negeri.

“Silakan datang ke NTT. Semua potensi Nusa Tenggara Timur dari budaya, alam, infrastruktur sampai disiplin aparatnya ditampilkan di sini,” kata Arief.

Dengan event TdT, provinsi yang dulunya merupakan kawasan pengungsian Timor Timor ini diyakini bakal menjelma menjadi destinasi wisata populer nasional.

“Lebih seru datang dan saksikan langsung ketimbang dengar cerita orang. Ayo datang ke NTT, tonton TdT. Jangan lupa sebarkan seluruh keseruannya di medsos masing-masing,” pungkas Arief. (adv/adv)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.