enyidik Polsek Malaka Tengah dan Polres Belu saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (01/12/2017). (Foto: Cyriakus Kiik/dutalian.com).

sergap.id, BETUN – Syukuran tahbisan imam baru di Betun, Kabupaten Malaka berubah jadi cerita pilu. Pesta yang seharusnya berakhir indah malah jadi duka gara-gara kelebihan minum minuman keras (miras).  

Mirisnya lagi, yang jadi korban justru kakak kandung sang imam yang baru saja ditahbiskan oleh Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku, Pr.

Tragedi naas ini terjadi pada Jumat (1/12/17) dini hari, saat keluarga Romo Marselinus Nai Kei Pr, pastor yang bari ditahbiskan, mengadakan pesta syukuran di Dusun Brama, Desa Umakatahan, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten malaka.

Para pelaku yang menghadiri pesta dan sejak awal pesta mengkonsumsi minuman keras jenis Habuck tiba-tiba menyerang Vincentius Loe Mau, kakak kandung Romo Marselinus Nai Kei, menggunakan pecahan botol miras.

Kontan saja korban yang adalah warga Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu itu ambruk seketika.

Ferdy Seran, salah seorang keluarga korban, dan Yohanes Mauk Fahik, ketua panitia acara syukuran, kepada dutalian.com, mengatakan, korban Vincentius tewas setelah ditikam di leher bagian kiri.

Tak hanya itu,,,,, para pelaku juga membacok Michael Nahak, salah seorang undangan yang mencoba melerai perkelahian antara para pelaku dengan korban.

“Vincentius sempat dilarikan ke RSPP Betun, tapi dia meninggal dalam perjalanan. Sedangkan Michael Nahak setelah mendapat perawatan sudah bisa kembali ke rumah,” papar Ferdy diamini Yohanes Mauk Fahik.

Usai kejadian, kata Ferdy, pihaknya langsung melapor ke Polsek Malaka Tengah. “Kami minta aparat segera menangkap para pelaku dan proses sesuai hukum yang berlaku,” pintanya.

Menurut Ferdy, para pelaku diperkirakan berjumlah belasan orang. Saat acara berlangsung, mereka duduk di luar tenda sambil mengonsumsi Habuck. Mereka  kemudian membuat gaduh hingga ditegur pemilik pesta.

Saat acara joget sedang berlangsung, tiba-tiba para pelaku secara membabi buta menyerang korban menggunakan pecahan botol. Michael Nahak yang berusaha melerai juga dibacok para pelaku menggunakan parang.

Melihat itu, Ansel Muti, salah seorang kerabat Michael, mencoba menolong korban. Namun lagi-lagi ia menjadi sasaran kebringasan para pelaku.

Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan melalui Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Jemy Oktovianus Noke, mengatakan, para pelaku telah ditangkap. Salah satunya berinisial YS alias Yopi. Mereka ditangkap saat sedang bersembunyi di hutan Biudukfoho. Saat ini para pelaku telah ditahan di sel Mapolsek Malaka Tengah.

Jemy  menjelaskan, tragedi maut tersebut dipicu ketersinggungan para pelaku dengan keluarga korban.

“Sejauh ini kita sudah mengamankan 13 orang yang diduga sebagai pelaku, tetapi masih berstatus saksi. Kita  sudah mengantongi pula beberapa nama lain yang diduga kuat terlibat dalam perkelahian tersebut,” ujar Jemy saat didampingi Kapolsek Malaka Tengah AKP Rinaldi Hastomo.

Selain menahan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pecahan botol yang berlumuran darah serta beberapa kursi rusak yang diduga rusak akibat penyerangan pelaku terhadap korban.

“Para saksi akan kita bawa ke Polres Belu untuk kita periksa lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan nantinya akan diketahui peran masing-masing pelaku,” kata Jemy.

Suasana pentahbisan imam baru di Aula Dekenat Malaka, Betun, Malaka, Kamis (30/11/2017). (Foto: Cyriakus Kiik/dutalian.com).

Tahbis Imam Baru

Romo Marselinus Nai Kei Pr merupakan satu dari lima imam baru yang baru ditahbiskan oleh Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku, Pr di Aula Dekenat Malaka Paroki Sta. Maria Fatima Betun pada Kamis (30/11/2017).

Tahbisan ini dihadiri oleh Gubernur NTT Frans Leburaya, Bupati Belu Wlibrodus Lay, Sekda Malaka Donatus Bere dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Malaka.

Setelah ditahbis, Rm. Gaudensius Nabu Pr menjadi Pastor Pembantu Paroki Santa. Filomena Mena, Rm. Marius Yohanes Talo Pr menjadi Pastor Pembantu Paroki Santo Andreas Tunbaba, Rm. Marselinus Nai Kei Pr menjadi Pastor Pembantu Paroki Santa Maria Fatima Betun, Rm. Viktorius Frenky de Rosari Rusae Pr menjadi Pastor Pembantu Paroki Santo Gerardus Nualain, dan Rm. Yavet Liberatus Makus Pr menjadi Pastor Pembantu Paroki St. Nikolas Bijaepasu. (ck/ck)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.