Pemred VN, Stevie Johannis saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (24/3/18). Tampak Leksi Salukh berdiri paling kanan.

sergap.id, KUPANG – Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penghinaan dan pengancaman terhadap Leksi Yakobus Salukh, salah satu wartawan harian Victory News (VN).

Laporan Leksi diterima oleh Kanit II SPKT Polres Kupang Kota, Bripda Anggaecorazon Selan pada Sabtu (24/3/18) sore, sekitar pukul 15.00 Wita. Pengaduan tercatat di buku registrasi Polres Kupang Kota dengan Nomor: LP/B/238/SPK RESOR KUPANG KOTA.

Sebelumnya atau Sabtu (24/3/18) pagi, Leksi yang didampingi Pemimpin Redaksi (Pemred) VN, Stevie Johannis dan sejumlah redaktur VN ingin melaporkan Walikota ke Polda NTT. Namun atas arahan Polda, Leksi kemudian membuat Laporan Polisi (LP) di Polres Kupang Kota.

Kasus ini berawal ketika Leksi yang saban hari bertugas di Kantor Wali Kota Kupang mengkonfirmasi soal keberangkatan Walikota ke Amerika Serikat (AS) via WhatsApp. Walikota kemudian menjawab bahwa dirinya akan menjelaskan semuanya setelah pulang.

Namun setelah tiba di tanah air, Walikota tak kunjung merespon pertanyaan Leksi. Akhirnya, VN menerbitkan berita dengan judul “Jefri Enggan Jelaskan Kepergiannya Ke AS” pada edisi Jumat (23/3/18).

Diduga, berita inilah yang membuat Walikota marah, lantas mengancam dan mengatai Leksi dengan sebutan Anj***.

Apa jawaban Walikota setelah dilaporkan ke polisi? Kepada SERGAP via WhatsApp, Sabtu (24/3/18) sore, Walikota yang juga Ketua DPD I Partai Demokrat Provinsi NTT itu tak banyak bicara.

“Jangan berlindung sebagai profesi wartawan, baru hajar orang sembarang. Pasti orang marah ee.. Kalau marah suruh buat hak jawab, tapi orang sudah terlanjur rusak,” katanya.

Kepada SERGAP, Walikota juga mengirim cuplikan percakapannya dengan Leksi:

[3/23, 09:58] Jefri Riwu Kore: Maksud apa lu tulis itu.. kemarin lu tanya pada saat acara bagitu padat di tenau.. trs saya harus urus lu sendiri??

[3/23, 10:00] Jefri Riwu Kore: Jelaskan ke saya apa maksud menulis itu

[3/23, 10:01] Jefri Riwu Kore: Kau jangan suka cari masalah sama saya..

[3/23, 10:03] Jefri Riwu Kore: Kenapa lu sonde tulis tanya saat acara lain dan sibuk  sekali tiba tiba lu nyosor..bt bilang nanti saja.. kenapa harus menulis seperti itu…emang tidak ada berita lain??

[3/23, 10:12] Jefri Riwu Kore: Lu tolong jelaskan ke bt dulu..lu yang sonde hadir saat jelaskan ke wartawan..baru lu tulis gitu.. lu siapa ko musti jelaskan khusus..

[3/23, 10:15] Leksi Victory News: Pak Wali saya konfirmasi kemarin, jelas, untuk tulis, saya tidak ada urusan dengan wartawan lain. Pak Walikota, sejak plg baru saya  konfirmasi kemarin, Kalau tidak konfirmasi pak mara2, bahwa tidak konfirmasi.  Thanks

Cuplikan berita VN edisi Jumat 23 Maret 2018.

Sementara itu, Pemred VN, Stevie Johannis, menjelaskan, ucapan Walikota telah menyingung Leksi secara pribadi dan VN secara lembaga.

“Hari ini saya, redaktur, bersama teman-teman wartawan mendampingi saudara Leksi melaporkan Walikota Kupang Jefri Riwu Kore atas tindakan penghinaan dan ancaman terhadap Leksi yang terjadi pada saat wawancara hari Jumat (23/3/18). Bagi kami tindakan maki-maki dan ancaman yang dilakukan oleh Walikota terhadap Leksi telah menyinggung Leksi secara pribadi maupun kami sebagai institusi,” ujar Stevie kepada SERGAP di Kupang, Sabtu (24/3/18) sore.

Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/238/SPK RESOR KUPANG KOTA

“Persetujuan kami melapor bukan untuk apa-apa, tetapi demi nama baik dan harkat martabat wartawan secara keseluruhan. Karena, biar bagaimana pun seorang pejabat publik tidak pantas mengeluarkan kata-kata makian terhadap pers. Itu sama dengan menghalang-halangi atau membatasi ruang gerak pers itu sendiri,” pungkasnya. (fwl/cs)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.