Kapolda NTT, Irjen. Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum.
Kapolda NTT, Irjen. Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum, saat memberi keterangan pers soal kasus dugaan korupsi bawang merah, di Betun, Malaka, Selasa (15/12/20).

sergap.id, KUPANG – Johanes Imanuel Nenosono menggugat Kapolda NTT ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang. Gugatan dilayangkan lantaran mantan polisi berpangkat Bripda itu tak terima diberhentikan secara tidak hormat.

“Ini sebagaimana Surat dari Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang nomor : 33/G/2021/PTUN-KPG tanggal 10 November 2021”, ujar Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/11/2021)

Disebutkan, Johanes dipecat pada September sesuai surat Kapolda NTT nomor : KEP/393/IX/2021. Johanes dilaporkan melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri, sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 Ayat (1) huruf B, pasal 11 huruf C Peraturan Kapolri nomor : 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Johanes terbukti telah menghamili seorang wanita dan hingga melahirkan. Namun atas perbuatan tersebut, Johanes tidak mau bertanggungjawab, bahkan menyuruh korban untuk menggugurkan kandungan dengan alasan akan mengganggu pekerjaannya.

Bahkan berdasarkan fakta persidangan, ia juga melakukan hubungan badan dengan perempuan lain sebanyak tiga kali tanpa hubungan pernikahan.

Hal lain yang memberatkan Johanes adalah Johanes juga melakukan pelanggaran disersi atau meninggalkan tugas tanpa alasan yang sah dan tanpa ijin dari pimpinan lebih dari 30 hari.

“Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi institusi (Polda NTT) karena tidak ada hal yang meringankan bagi pelaku selama proses sidang KKEP, tidak hanya ia telah melakukan perbuatan asusila dengan menghamili seorang wanita dan berhubungan badan dengan beberapa wanita tanpa hubungan pernikahan,ia juga telah melakukan disersi,” jelas Rishian.

“Polda NTT sudah melaksanakan proses yang benar. Setiap pelanggaran anggota selalu dilaksanakan pembinaan terhadap pelanggar untuk memperbaiki kesalahannya. Apabila tidak dilaksanakan akan disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), juga sudah dilaksanakan banding ke KKEP dan sebelum Kapolda memutuskan PTDH telah melalui rapat dewan pertimbangan pimpinan dengan melibatkan pimpinan di masing-masing pimpinan satuan kerja,” kata Rishian.

Rishian mempersilahkan Johanes Imanuel mengajukan gugatan. Polda NTT disebut telah menyiapkan langka hukum menghadapi gugatan tersebut.

“Silakan mengajukan gugatan ke PTUN, itu hak yang bersangkutan dengan melalui mekanisme yang berlaku. Polda NTT siap dan akan menyiapkan tim untuk menghadapi gugatan tersebut,” pungkasnya. (pl/pl)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here