Lokasi Kolam Batu Nona, tempat Giandro Rato Ully, bocah 3 tahun yang tewas tenggelam masih dipasangi garis polisi.

sergap.Id, KUPANG –  Ini peringatan buat para orang tua agar selalu memperhatikan anak jika sedang berwisata di tempat – tempat rawan celaka. Jangan sampai, kejadian memilukan ini terulang lagi.

Minggu (5/11/17) sekitar pukul 16.30 Wita, Giandro Ratu Ully ditemukan dalam posisi tenggelam di Kolam Batu Nona, sebuah tempat wisata di pinggir pantai Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Bocah tiga tahun ini sempat ditolong oleh karyawan kolam dengan napas buatan dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) S.K Lerik Kota Kupang. Namun nyawanya tak tertolong.

Helena Terince Scott Mandala, pemilik Kolam Batu Nona, mengatakan, kejadian berawal ketika Giandro bersama keluarganya mandi di kolam renang anak-anak yang bersebelahan dengan kolam dewasa.

Tak lama kemudian Giandro ikut berenang di kolam dewasa hingga ditemukan tenggelam dan ditolong oleh keluarganya.

“Korban sempat ditolong dengan napas buatan dan dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya untuk mendapat perawatan medis, namun sampai di rumah sakit nyawanya tidak tertolong lagi,” ucap Helena kepada SERGAP.ID, Senin (6/11/17).

Saat ditanya soal standar keamanan yang berlaku di tempat wisata itu, Helena mengaku, pihaknya sudah maksimal dalam pelayanan.

“Anda bisa lihat sendiri kalau kami memasang peringatan keliling kolam. Dan, setiap satu jam karyawan saya selalu mengingatkan pengunjung untuk memperhatikan anak-anak yang dibawa. Dan, bagi yang tidak bisa berenang diingatkan untuk menggunakan pelampung. Mengenai kejadian kemarin itu, bukan karena kelalaian kami,” kata Helena sambil menolak untuk di foto.

Pelampung yang disiapkan pengelola Kolam Batu Nona.

Helena menjelaskan, pasca kejadian, pihaknya langsung melapor ke Polsek Kelapa Lima.

Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurnianto, SIK membenarkan kejadian ini.

“Pihak keluarga korban menolak untuk kepolisian melakukan autopsi. Mereka mengiklaskan kejadian itu dan mengakui kelalaian mereka”,  kata Kurnianto.

John Keban, Lurah Oesapa.

Sementara itu, Lurah Oesapa, Jhon Keban, mengaku kaget ketika mendengar adanya kecelakaan maut di Kolam Batu Nona.

Ia mengingatkan pemilik kolam segera benahi pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang lagi, serta pengunjung diingatkan selalu disiplin menjaga anak-anak.

“Jangan biarkan mereka mandi sendiri. Kadang orang tua juga lalai, makanya terjadi seperti itu.  Apabila kejadian serupa terulang lagi, maka pemerintah harus mengkaji ulang ijin operasionalnya. Bila perlu cabut ijin operasionalnya”, tegas Keban. (fwl/fwl)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.