Marianus diapit Bupati Kabupaten TTU Ray Fernandez (kiri) dan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Sely Adjo.

sergap.id, KUPANG – Munculnya Bupati Kabupaten Ngada Marianus Sae di panggung Pilgub 2018 membuat sebagian warga di Pulau Timor bertanya-tanya, apakah Marianus Sae berasal dari Timor?

Pertanyaan ini muncul karena marga Sae yang disandang Marianus juga dimiliki oleh salah satu suku besar di Pulau Timor, tepatnya di Ayotupas, Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Yang pasti, marga Sae di Pulau Flores hanya berada di sebuah kampung kecil yang kini didiami suku Sae atau Marianus Sae bersama keluarga besarnya, yakni kampung Bosiko di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Sae dalam bahasa Timor dan Bajawa artinya Naik. Sedangkan Sae dalam kamus bahasa Jawa artinya Bagus; Baik.

Konon, ketika bumi ini masih dipenuhi daratan, terjadi perselisiahan soal harta gono gini antara kakak beradik di dalam keluarga Sae di Pulau Flores. Sang adik kemudian memilih mengalah, lalu mengajak seluruh keluarganya merantau.

Saat akan pergi, si adik berpesan kepada sang kakak, “Molo ja’o nenga la’a, kita sabu wali napa tana lala, napa wae meti” yang artinya “Baik sudah… saya mau jalan, kita ketemu lagi nanti saat daratan menyatu dan air mati/kering”.

Apakah sang adik merantau lalu menetap di Ayotupas? Tidak ada yang tahu pasti! Sebab sampai sekarang suku Sae yang berada di Bosiko tidak mengetahui kemana perginya nenek moyang mereka itu.

Cerita kedua adalah karena terjadi perselisihan di dalam suku Sae di Pulau Timor, klan Sae pecah menjadi beberapa dan menyebar ke beberapa daerah di Pulau Timor, termasuk ke Flores.

Tapi, hingga kini belum ada penelitian lengkap soal asal usul dan penyebaran suku Sae di NTT.

Lalu apa komentar Marianus soal pertanyaan sebagian warga Timor itu?  “Saya tidak tahu persis. Tapi nenek saya yang sudah meninggal, saat itu umurnya 69 tahun, pernah bercerita kepada saya bahwa dulu ada moyang kami yang pergi merantau. Saat akan pergi, nenek moyang kami itu hanya berpesan, kita sabu wali napa tana lala, napa wae meti,” ujar Marianus kepada SERGAP.ID di Kupang.

Marianus Sae dan Emi Nomleni ketika mengikuti fit and proper test di Kantor DPP PKB di Jakarta, belum lama ini.

Kini Marianus maju sebagai Calon Gubernur NTT periode 2018-2023. Kesuksesan membangun Kabupaten Ngada dalam 7 tahun terakhir ingin ia tularkan ke seluruh Kabupaten di NTT.

Marianus telah resmi berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Kabupaten Timor Tengah Selatan, Emi Nomleni.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini akan diusung PDIP dan PKB yang memiliki 15 kursi di DPRD NTT. “Saya dan ibu Emi sudah pasti didukung oleh PDIP dan PKB,” kata Marianus. (sol/sol)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.